Ngentot Dengan Wanita Desa Montok
Ngentot Dengan Wanita Desa Montok
Agenlendir98 - Cerita
ini kumulai saat ban mobil yang kukendarai bocor tertusuk paku dalam
perjalanan ke luar kota. Huuhh…. Sial ternyata kunci roda yang ada tidak
pas dengan baut roda mobilku…. Sehingga dengan kesal ku susuri jalan
ditengah terik matahari menuju sebuah rumah yang terparkir sebuah angkot
tua, semoga saja pemiliknya punya kunci roda yang pas dengan baut ban
mobilku.
Assalamu
alaikum…..!” sapaku dengan wajah sedikit memelas didepan pintu rumah
yang sedikit reot, maklum di kampung yang jauh dari kota. “Wa alaikum
salam…” terdengar jawaban seorang wanita namun belum nampak batang
hidung yang punya suara. Mendengar suara itu kuberanikan diri sedikit
melongo kedalam rumah itu……..Opss…..ternyata ada seorang wanita
kira-kira berusia 25 tahunan sedang menyusui anaknya…… Oh.. my God
lumayan juga parasnya untuk wanita ukuran di kampung ini, dan tentunya
yang membuatku terkesima buah dadanya yang indah tampak terbuka sedang
diisep sama anaknya yang masih berusia balita.
“ Maaf mbak …… apa saya bisa pinjam kunci roda mobilnya ?” tanyaku
sambil tak putus mataku memandang sebuah keindahan , seraya mengkhayal
jika aku yang menikmati buah dada yang indah itu………….. “ Oh….sebentar
pak saya Tanya dulu suami saya…! “ Jawab wanita tadi sambil terburu-buru
menutup dada indahnya yang mungkin Ia sadar jika betapa aku
menikmatinya.
Singkat cerita kunci roda tersebut berhasil saya pinjam dan bergegas
kugunakan untuk mengganti ban yang bocor dengan ban cadangan. Tentunya
dengan alasan mengucapkan terima kasih , kami sempat berbincang dan
berkenalan.
“ Maaf pak …. Rencananya mau kemana…? Tanya wanita itu . “ Oh saya
mau ke kota X dalam rangka tugas kantor “ Jawabku sekenanya. “
Sebenarnya saya juga mau ke kota itu untuk menemui saudara yang katanya
berdomisili disana , tapi alamatnya belum begitu jelas dan kebetulan
suami saya tidak bisa mengantar karena kendaraan Angkotnya masih rusak “
Kata wanita itu diamini oleh suaminya yang baru bangun tidur dan ikut
menemani kami berbincang-bincang.
Pucuk dicinta ulam tiba begitulah kata pepatah, dengan tanpa
melewatkan kesempatan untuk dapat berlama-lama dengan wanita itu,
apalagi dia akan berangkat sendiri tanpa suami dan anaknya, dengan
alasan suaminya masih harus menyelesaikan perbaikan angkot yang masih
rusak itu. Apalagi aku memang hanya sendiri di kendaraaanku.
Sepanjang perjalanan kami ngobrol panjang lebar tentang segalanya dan
akhirnya dapat kuketahui nama wanita itu adalah Erni. Sampai kami tiba
di kota tujuan.
“Mbak Erni rencana mau nginap dimana ? kan hari sudah mulai gelap
tentunya sulit mencari alamat saudaranya waktu begini “ tanyaku. “
Entahlah mas soalnya saya tidak punya cukup uang jika harus menginap di
penginapan” Jawab Erni dengan sedikit kebingungan. “Bagaimana jika kita
menginap dulu di penginapan tempat saya menginap, esok hari baru kita
sama-sama mencari alamat saudara mbak itu !” Tawarku kepada Erni. “Tapi
mas apa tidak merepotkan ?” tanyanya dengan nada ragu tapi mau. Kujawab “
Ya …enggak lah ….kan mbak Erni sudah menolong saya jadi tidak ada
salahnyakan jika saya membalas pertolongan itu ….” Jawabku sembari dalam
hati bersorak YESS……….. . “ Ya deh mas …. Saya ikut mas aja !” Jawabnya
pasrah.
Setiba di penginapan ternyata kamar yang tersedia tersisa 1 yang
kosong yang lainnya sudah di booking calon tamu lainnya dan tidak bisa
di ganggu gugat lagi soalnya sudah di bayar Full. “ Aduh mbak kamarnya
Cuma ada satu yang kosong, gimana nih……” Tanpa menunggu jawaban langsung
kujawab sendiri dengan sedikit memaksa “ Udahlah mbak…. Mbak tidur
dikamar saya saja biar saya yang tidur di sofa “. “ Tapi mas ……”
jawabnya ragu, namun akhirnya seperti kebo di cucuk hidungnya ikut
dibelakangku menuju kamar sambil mengangkat tas Erni dan tasku sendiri.
Setelah masuk dalam kamar dan menyelesaikan segala urusan dengan room
service yang mengantar ke ruangan yang ku pesan. Kami terdiam sejenak,
dan Erni terduduk di sofa sambil memandangku bingung. “ Silahkan mandi
dulu mbak…… itu handuk bersih dan ini sabun cair dan shampoo saya yang
bisa mbak pake , saya rapikan dulu perlengkapan saya, nanti selesai
mandi kita cari makan malam di luar saja , karena penginapan ini tidak
menyiapkan makan malam yang sesuai dengan selera saya “. Sambil
menyodorkan perlengkapan mandiku ke Erni untuk digunakan dan Erni nurut
aja apa yang ku sampaikan.
Setelah semuanya beres kami keluar penginapan mencari rumah makan
yang biasa aku datangi jika berkunjung ke kota ini. Sambil makan kami
banyak bercerita , khususnya Erni dapat kuperoleh cerita jika ia baru 3
tahun menikah dengan suaminya yang masih kerabat dekat dan pilihan orang
tuanya, namun dalam perjalanan pernikahannya suaminya kurang memberi
perhatian selayaknya suami kepada istrinya selain hanya untuk
melampiaskan nafsu sexnya, untuk urusan lainnya suaminya kurang mau tahu
termasuk urusan mengunjungi saudaranya di kota ini.
Tibalah waktu kami kembali ke penginapan untuk istirahat, sesuai
janjiku jika aku yang tidur di sofa sedangkan Erni di tempat Tidur.
Maklum deh Erni masih menganut kebiasaan di kampung jika tidur harus
menggunakan sarung dengan tidak memakai sehelai benangpun di badannya
selain balutan sarung yang sudah agak kumal. Nampak jelas bentuk tubuh
khususnya payudara yang kutaksir berukuran 36 B , menyembul di balik
sarung yang dikenakannya yang terlihat dikeremangan lampu tidur yang
menyala dengan redup. Hal ini membuatku semakin gelisah menahan gejolak
adikku yang dari tadi ingin berontak terus tanpa aturan yang jelas.
Rupanya Erni melihat kegelisahanku dengan menyangka aku tersiksa jika
harus tidur di sofa, padahal bukan itu penyebabnya, sehingga akhirnya
dia pun bersuara. “ Mas …. Nggak bisa tidur ya… sudah mas disini saja…
toh tempat tidur ini masih cukup luas “. Tentunya ini kesempatan emas 24
karat yang tidak boleh aku sia-siakan, dengan sedikit jual mahal aku
menjawab “ ….Ya deh…. Memang agak kurang nyaman nih tidur di sofa, tapi
mbak tidak keberatankan…”. “ Nggak koq mas silahkan aja “ jawabnya.
Bergegaslah dengan langkah seorang kesatria Majapahit menuju ke empat
tidur samping Erni. Ternyata Erni sempat melihat ada yang menyembul
dengan keras di balik celana pendek yang memang tidak mengenakan celana
dalam kebiasaanku jika tidur. “ Ihh…. Mas ….itu apa yang berdiri dibalik
celana mas….” Lugu erni bertanya. “ Ahh… mbak koq liat aja, ini kan
gara-gara mbak juga “. Jawabku sekenanya sambil dalam hati berkata
TUNGGU TANGGAL MAINNYA.
Sejenak kita berdua terdiam dengan pikiran masing-masing. Selanjutnya
aku mencoba menyentuh tangan erni, dan tidak ada penolakan dari erni
yang membuatku semakin berani menarik tangannya dan memeluk dirinya
dengan sikap yang sangat mesra. “ Mas jangan panggil aku mbak ya… sebut
aja Namaku “ Tiba-tiba Erni bersuara,” Oh ya…. “ jawabku. “ Maaf mas
erni koq merasa nyaman dekat mas, tidak seperti suami erni yang tidak
pernah memberikan kemesraan seperti yang mas berikan ini “ kata erni
lagi, “ Akupun begitu er…. , awal melihatmu ingin rasanya aku memelukmu
!” jawabku sedikit merayu.sambil memeluk dari belakang dan mencium
bekang telinga selanjutnya leher bagian belakangnya, yang tanpa
penolakan bahkan terlihat Erni begitu menikmati. Kuberanikan untuk
mengelus kening selanjutnya turun ke dada dan terus meremasinya dengan
halus terutama sekitar puting yang nampak kian mengeras.
Tidak ada jawaban atau kata yang keluar dari mulut Erni selain
desahan nafas yang semakin memburu tidak teratur, menandakan erni sudah
mulai horny selanjutnya tanganku turun meraba perut dan terus menemukan
rimbunan bulu-bulu tebal diantara dua lembah yang terasa mulai lembab
selanjutnya mencair oleh lelehan air kenikmatan wanita yang sedang
mendaki kearah puncak kenikmatan.
Tidak dinyana Erni membalikkan badannya melepaskan sarung kumal yang
melapisi tubuh mulusnya yang baru kali inilah terlihat dengan jelas,
dibalik keluguan wanita desa ternyata menyimpan suatu kekuatan yang
mampur memecahkan naluri lelaki yang menggeliat dengan panasnya.
“ Mas…… !!!!!!”. sambil meremas adikku yang sudah ditelanjangi oleh
tangan halus Erni seperti meremas jagung yang akan dirontokkan
pipilnya.” Aku tidak pernah merasakan kenikmatan seperti ini dari
suamiku………akhhh….akkhhhh !!!!!!”. Erni semakin tidak dapat menguasai
dirinya, apalagi saat kulumat habis puting teteknya yang kian mengeras.
Berangsur turun ke puser perut dan kelubang kenikmatan. “
Okhh..okkhhhh……..mas …….nikmat……..akhhkk…….” Tak kuasa erni menahan
erangannya.
Kita berdua sudah semakin larut dalam hasrat birahi yang bergelora
dengan tubuh yang tak satu helai benangpun yang masih melekat ,
diterangi cahaya lampu tidur yang temaram. “ Erni aku sudah nggak tahan
lagi …..pengen ngentot memek kamu !” Keluar kata dari mulutku yang
semakin kurang ajar, karena adikku sudah berada dalam kuluman mulut erni
yang dengan ganasnya melalap habis sampai ke pangkal batang bahkan biji
pelirku pun tak luput dari sedotannya.
Erni rupanya mengerti dengan kata-kataku , maka dengan selangkangan
terbuka dengan posisi WOT menelungkup memasukkan batang kontolku ke
lubang memeknya secara perlahan tapi pasti , naik turun tidak beraturan
,” Oh…. Mas nikkkkkmattttt……….!!!!!” Erni mulai mengoceh kesetanan , “
Mas kontolmu enak sekali………..” tambah erni. Akupun semakin keras memompa
dan membanting tubuhnya ke kasur untuk merubah posisi dengan Doggy
style, menggenjotnya dengan tetap meremas tetek erni, “ Mas aku
cape…………” keluh erni, Kubalikkan tubuhnya dengan posisi MOT sebagai
posisi pamungkas karena kontolku sudah mulai terasa berdenyut keras, “
Ohkkhhh…..mas aku nggak tahan …….akh..!!!!” Erni mengoceh dengan
lemahnya, sementara remasan memeknya semakin memelintir batang kontolku ,
“ Oh….Erni tahan sebentar lagi aku juga mau keluar….” Pintaku kepada
erni seembari meninggikan RPM genjotan kontolku di memek erni. Dan
tiba-tiba “AKHH……………!!!!” Teriak Erni bersamaan dengan itu akupun tak
dapat lagi menahan semburan sperma kontolku kedalam memek erni sambil
tetap mengisap putting tetek erni yang kian mengeras.
Kita berdua tidak dapat menggambarkan apa yang terjadi tadi yang
jelas aku dan erni sudah tidak bertenaga lagi untuk bergerak dan tetap
membiarkan tubuhku tengkurap di atas tubuh erni dengan kontol yang masih
tertancap di memek erni.
Semenit kemudian aku berangsur tertidur di samping tubuh bugil erni si wanita desa dengan ceceran air memek erni dan sperma kontolku yang membasahi tubuh dan sperei tempat tidur yang bercampur keringat kami berdua.
Semenit kemudian aku berangsur tertidur di samping tubuh bugil erni si wanita desa dengan ceceran air memek erni dan sperma kontolku yang membasahi tubuh dan sperei tempat tidur yang bercampur keringat kami berdua.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.30 aku terbangun , dan
mendapatkan erni masih tertidur dengan ceceran sperma dan air memek yang
mulai mongering di badan kita berdua dan sprei tempat tidur ,
kubangunkan erni dan kuajak untuk bersih-bersih di kamar mandi.
“ Mas …… maafin erni ya, koq erni malah mengajak mas bercinta..” Kata
erni menyesal namun masih menyimpan hasrat terpendam. “ Nggak apa koq
er… aku juga senang dengan apa yang telah kita perbuat, habis kamu seksi
sih bikin aku nafsu aja” kata ku nakal menggoda, sembari menyandarkan
badannya ke dadaku. “ Akh….mas ini bikin malu aja..” sambil mencubit
perutku. “ Jujur deh mas erni baru kali ini merasakan bercinta yang
betul-betul membuat erni serasa terbang kea wan” sambung erni. Sambil
mengelus kontolku yang mengecil tapi mulai nampak tanda-tanda akan
bangun lagi.
“Mas… boleh nggak erni minta lagi..” Pinta Erni. WHY NOT pikirku,
tapi gengsi dong kalo aku langsung mengiyakan. “ Gimana ya….. tapi aku
sudah cape nih “ jawabku untuk memancing pelayanan yang lebih ekstra
tentunya, “ Trus gimana dong mas ? “ Erni benar-benar sudah memelas , “
Erni mesti tau dong apa yang ku mau ! “ Jawabku sekali lagi. Tanpa ba bi
bu erni langsung mengulum kontolku dengan ganasnya dan tanganku tidak
melewatkan untuk mengobok-obok tetek erni yang mulai mengeras juga,
rupanya tak puas kontolku diisep, ia menggigit halus putting susuku yang
membuat diriku terawang-awang ke langit tujuh.
“ Erni kita pindah ke sofa aja yuk !” sembari bangkit dari tempat
tidur dan menuju sofa, gentian erni yang ku mandiin kucing dari ujung
kaki sampai kuduknya. “ Ahkk…. Mas terus mas …..” erang erni. Erni
benar-benar sudah tidak bisa menguasai dirinya sampai teriak-teriak
sehingga harus dengan cepat kubekap mulutnya agar tidak mengganggu tamu
lainnya di penginapan itu. “ masssss.. cepat entot aku mas sudah tidak
tahan nih…..” suara lirih erni memintaku agar menusuk kontol ke
memeknya. Blassss………… “ Akhhh………..” lirih erni sekali lagi.
Entah apa karena suasana malam itu yang semakin sepi atau memang
setan sudah begitu dominant menguasai otak kami berdua, langsung aja
dengan posisi erni yang nungging di sofa ku benamkan batang kontol ini
yang juga sudah ingin mengakhiri permainan dashyat ini, kugenjot
berulang-ulang kedalam lubang memek erni dan terakhir tersemburlah
cairan maniku yang sudah encer akibat terlalu banyak yang dikeluarkan
untuk memuaskan hasrat kami berdua “ Ohhhh… Erni…….” Bersamaan dengan
orgasmenya erni, yang membuat lututku semakin tak kuasa menahan lemasnya
dan mengantarkan kami untuk terduduk lemas sejenak di sofa.
Akhirnya kami bersih-bersih dikamar mandi dan tertidur sampai pagi
harinya. “ Mas kapan kita bisa ketemu lagi ?” Tanya erni. “ Aku akan
menghubungimu lagi jika ada waktu Er..” jawabku.
Singkat cerita keesokan harinya aku mengantarkan erni menemui alamat
saudaranya dan sebelumnya mampir di took hp untuk membelikan erni HP
yang dapat aku gunakan bila ingin menemui erni. Kisah ini berlanjut
ditempat yang lain dan kesempatan yang lain , tentunya tanpa
sepengetahuan suami erni.




Tidak ada komentar